Jakarta - Sekretaris Jenderal Dewan Perwakilan
Rakyat Winantuningtyastiti mengatakan, Kesekretariatan menerima surat
penggantian antarwaktu I Gede Pasek Suardika, anggota DPR asal Demokrat,
kemarin. Dalam suratnya, Partai Demokrat tak menyebutkan secara rinci
alasan pemecatan pemecatan Gede Pasek Suardika ,
legislator asal Bali ini. ”Hanya disebutkan karena melanggar kode etik
maka perlu dilakukan penggantian antarwaktu,” kata Winantuningtyastiti
saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 17 Januari
2014.
Partai Demokrat, kata Winantuningtyastiti, juga tidak menyebutkan
secara detail pelanggaran kode etik yang dilakukan Pasek. Menurut dia,
surat tersebut dikirim oleh Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat
tertanggal 13 Januari 2014. Namun dia tidak ingat siapa yang
menandatangani surat tersebut.
Sekretaris Fraksi Partai Demokrat Teuku Rifki Harsya enggan
menjelaskan pergantian antarwaktu Pasek sebagai anggota DPR. Rifki hanya
mengatakan bahwa fraksi Demokrat di DPR akan membahas surat pemecatan
Pasek dalam rapat, Sabtu besok. Dia meminta agar persoalan ini
ditanyakan ke Ketua Fraksi Nurhayati Ali Assegaf.
Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2009 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD
menyebutkan, mekanisme penggantian antarwaktu diatur dalam pasal 213
yakni karena meninggal dunia, mengundurkan diri dan diberhentikan.
Ketentuan mengenai diberhentikan antara lain, berhalangan tetap
selama tiga bulan berturut-turut, melanggar sumpah dan kode etik,
dipidana karena tindak pidana yang ancaman hukumannya di atas lima
tahun, tak hadir dalam rapat paripurna enam kali berturut-turut,
diusulkan oleh partai politik, tidak memenuhi syarat sebagai anggota
DPR, diberhentikan sebagai anggota partai politik dan menjadi anggota
partai politik lain.
Gede Pasek selama ini dikenal sebagai orang dekat Anas Urbaningrum,
bekas Ketua Umum Partai Demokrat. Selain itu, Pasek juga menjadi
Sekretaris Jenderal Perhimpunan Pergerakan Indonesia, organisasi yang
didirikan Anas. Pasek juga menemani Anas ketika diperiksa oleh KPK dan
ditahan di rumah tahanan komisi antikorupsi.
Adapun Pasek hingga berita ini belum bisa dimintai konfirmasi dan komentarnya terkait dengan pemecatannya sebagai anggota DPR oleh partai pengusungnya.
0 comments:
Post a Comment